Sebelum semuanya memburuk, lakukan beberapa hal yang dapat mencegah penyakit gigantisme itu sendiri.

“dilansir dari laman Hellosehat” Gigantisme merupakan suatu kondisi yang sangat langka. Pada umumnya, penyakit tersebut lebih sering ditemukan pada anak-anak. Terdapat pula kondisi pertumbuhan hormon yang berlebihan sehingga dapat terjadi pada sejumlah orang dewasa, namun kondisi ini disebut dengan akromegali. Penyakit gigantisme merupakan suatu kelainan yang dilatarbelakangi oleh beberapa faktor risiko tertentu. Berikut beberapa ciri-ciri gigantisme dan gejala utama yang berhubungan dengan gigantisme adalah ukuran tubuh yang lebih besar dan tinggi dibanding dengan orang-orang normal. Selain itu, terjadi pula pembesaran pada otot dan organ-organ tubuh tertentu. Gejala yang terjadi seperti, pubertas datang terlambat, perubahan pada kulit, kulit terasa lebih kering, disertai keringat yang lebih banyak, mengalami nyeri sendi, bahkan sakit kepala. Selain itu, dahi dan rahang terlihat lebih besar, jari tangan dan kaki melebar membesar, dan pembesaran yang terjadi tidak wajar pada kaki dan tangan. Beberapa ciri-ciri gigantisme dan gejala yang lebih serius sehingga dapat terjadi pada penderita penyakit tersebut sepertihalnya, tekanan darah tinggi, diabetes melitus, bahkan penyakit jantung, seperti gagal jantung akibat adanya pembesaran. Selain itu, tubuh penderita penyakit gigantisme tersebut ternyata berisiko mengembangkan tumor di bagian tubuh lainnya, seperti kanker tiroid yang ditemukan pada sebagian besar penderita penyakit tersebut. Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani, kemungkinan besar akan terjadi beberapa komplikasi terhadap pada penderita, maka disarankan untuk melakukan beberapa hal yang dapat mencegah gigantisme itu sendiri agar tidak semakin memburuk. Selain itu, pengobatan dan perawatan medis yang dapat ditujukan untuk mengatasi penyakit ini ternyata juga berisiko menyebabkan terjadinya beberapa komplikasi. Seperti:

  • Diabetes insipidus(merasa lebih haus dan buang air kecil lebih sering). Diabetes insipidus adalah kondisi yang cukup langka, dengan gejala selalu merasa haus dan pada saat bersamaan sering membuang air kecil dalam jumlah yang sangat banyak. Jika sangat parah, penderitanya bisa mengeluarkan air kencing sebanyak 20 liter dalam sehari.
  • Hipogonadisme (kelenjar seks memproduksi hormon dalam jumlah kecil atau tidak sama sekali). Hipogonadisme adalah suatu kondisi ketika hormon seksual yang dihasilkan oleh kelenjar seksual (pada pria disebut testis dan pada wanita disebut ovarium) berada di bawah jumlah normal.
  • Insufisiensi adrenal (kelenjar adrenalin tidak memproduksi hormon yang cukup). Penyakit Addison adalah kerusakan pada kelenjar adrenal sehingga tidak memproduksi hormon yang memadai untuk tubuh. Kelenjar adrenal berada di atas ginjal dan terdiri dari dua bagian, yaitu lapisan luar (korteks) dan lapisan dalam (medula).
READ  Gagap Adalah Gangguan Yang Perlu Diketahui

“dilansir dari laman Alodokter” beberapa komplikasi yang dapat dialami oleh penderita gigantisme dapat terjadi akibat prosedur operasi, yaitu menurunnya hormon kelenjar hipofisis lainnya sehingga penderita dapat berisiko menderita penyakit-penyakit seperti hipogonadisme, rendahnya kadar hormon tiroid (hipotiroidisme), insufisiensi adrenal (kekurangan hormon adrenal), serta diabetes insipidus. Tumor yang terjadi pada kelenjar hipofisis ternyata juga dapat kambuh kembali. Kambuhnya penyakit tersebut tergantung dari ukuran tumor dan kadar GH pasien sebelum melakukan beberapa tindakan seperti operasi. Apabila tumor tersebut kambuh, obat-obatan menjadi pilihan untuk dapat mengurangi gejala yang terjadi pada sipenderita. Tidak ada cara yang dapat dilakukan untuk mencegah gigantisme. Namun, bagi orang tua dianjurkan untuk mengenali beberapa gejala yang terjadi dan membawa anak ke dokter apabila dicurigai menderita penyakit gigantisme tersebut. penyakit ini yang terdiagnosis dan diobati secara dini dapat menekan tingkat keparahan gejalanya serta dapat mencegah timbulnya komplikasi.

READ  Ciri-ciri Gagap Yang Bisa Kamu Kenali

 

Sumber: Halodoc.com