Ketahu ciri-ciri yang terdapat peda penyakit gigantisme itu sendiri

Gigantisme suatu kondisi yang berlebihan terhadap produksi hormon pertumbuhan yang terjadi pada anak-anak serta memberi dampak kepada ukuran tinggi dan berat badannya. Kondisi tersebut tergolong langka dan dapat terjadi sebelum lempeng epifisis atau lempeng pertumbuhan di dalam tulang menutup. Penyakit gigantisme tentunya berbeda dengan kondisi akromegali yang terjadi pada orang dewasa, dapat kita ketahui ketika lempeng epifisis sudah menutup. Namun, gigantisme tersebut maupun akromegali sama-sama disebabkan oleh berlebihnya produksi hormon yang tumbuh sehingga dapat menghasilkan kelenjar pituitari atau hipofisis di otak. Pada akromegali, penderita biasanya baru dapat dilakukan diagnosis setelah menderita gejala yang berat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan telatnya pengobatan sehingga mengakibatkan komplikasi yang dapat membahayakan nyawa. Selama masa pertumbuhan, anak-anak yang terkena penyakit gigantisme dapat memiliki ukuran tinggi dan berat badan di atas rata-rata termasuk juga salah satu ciri-ciri gigantisme itu sendiri. Akan tetapi, gigantisme tidak mudah dikenali gejalanya bahkan awalnya dianggap sebagai fase pertumbuhan anak yang wajar.[1] “dilansir dari laman Hellosehat” Gigantisme merupakan suatu kondisi yang sangat langka. Pada umumnya, penyakit tersebut lebih sering ditemukan pada anak-anak. Terdapat pula kondisi pertumbuhan hormon yang berlebihan sehingga dapat terjadi pada sejumlah orang dewasa, namun kondisi ini disebut dengan akromegali. Penyakit gigantisme merupakan suatu kelainan yang dilatarbelakangi oleh beberapa faktor risiko tertentu. Berikut beberapa ciri-ciri gigantisme dan gejala utama yang berhubungan dengan gigantisme adalah ukuran tubuh yang lebih besar dan tinggi dibanding dengan orang-orang normal. Selain itu, terjadi pula pembesaran pada otot dan organ-organ tubuh tertentu. Gejala yang terjadi seperti. Pubertas datang terlambat, perubahan pada kulit, kulit terasa lebih kering, disertai keringat yang lebih banyak, mengalami nyeri sendi, bahkan sakit kepala. Selain itu, dahi dan rahang terlihat lebih besar, jari tangan dan kaki melebar membesar, dan pembesaran yang terjadi tidak wajar pada kaki dan tangan. Beberapa ciri-ciri gigantisme dan gejala yang lebih serius sehingga dapat terjadi pada penderita penyakit tersebut sepertihalnya, tekanan darah tinggi, diabetes melitus, bahkan penyakit jantung, seperti gagal jantung akibat adanya pembesaran. Selain itu, tubuh penderita penyakit gigantisme tersebut ternyata berisiko mengembangkan tumor di bagian tubuh lainnya, seperti kanker tiroid yang ditemukan pada sebagian besar penderita penyakit tersebut.

READ  Mengenal Lebih Mendalam Intoleransi Laktosa

Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani, kemungkinan besar akan terjadi beberapa komplikasi terhadap pada penderita. Selain itu, pengobatan dan perawatan medis yang dapat ditujukan untuk mengatasi penyakit ini ternyata juga berisiko menyebabkan terjadinya beberapa komplikasi. Seperti:

  • Insufisiensi adrenal (kelenjar adrenalin tidak memproduksi hormon yang cukup). Penyakit Addison adalah kerusakan pada kelenjar adrenal sehingga tidak memproduksi hormon yang memadai untuk tubuh. Kelenjar adrenal berada di atas ginjal dan terdiri dari dua bagian, yaitu lapisan luar (korteks) dan lapisan dalam (medula).
  • Diabetes insipidus(merasa lebih haus dan buang air kecil lebih sering). Diabetes insipidus adalah kondisi yang cukup langka, dengan gejala selalu merasa haus dan pada saat bersamaan sering membuang air kecil dalam jumlah yang sangat banyak. Jika sangat parah, penderitanya bisa mengeluarkan air kencing sebanyak 20 liter dalam sehari.
  • Hipogonadisme (kelenjar seks memproduksi hormon dalam jumlah kecil atau tidak sama sekali). Hipogonadisme adalah suatu kondisi ketika hormon seksual yang dihasilkan oleh kelenjar seksual (pada pria disebut testis dan pada wanita disebut ovarium) berada di bawah jumlah normal.
READ  Manfaat Susu Bagi Pertumbuhan Anak

 

Sumber: Alodokter.com