Berikut beberapa hal yang  menjadi penyebab munculnya gigantisme itu sendiri.

Gigantisme merupakan suatu keadaan di mana seseorang mengalami pertumbuhan yang tidak normal. Adanya hormon pertumbuhan (growth hormone) yang berlebih menjadi salah satu penyebab gigantisme itu sendiri. Kelenjar pituitari sendiri merupakan sebuah kelenjar yang berukuran sebesar kacang dan terletak pada bagian dasar otak. Kelenjar ini berperan dalam produksi sejumlah hormon yang memengaruhi fungsi tubuh yang meliputi pengaturan suhu, perkembangan seksual, pertumbuhan, metabolisme, serta produksi urine. Kondisi yang langka tersebut dapat menyebabkan penderita mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Keadaan yang paling sering terlihat pada penderita adalah pertumbuhan berlebihan pada tinggi badan, otot, maupun organ-organ tubuh. Sebagai akibatnya, penderita akan tampak lebih besar daripada orang seusianya. Kelebihan hormon pertumbuhan pada gigantisme terjadi akibat kelenjar pituitari yang memproduksi terlalu banyak hormon pertumbuhan yang dikenal dengan istilah somatotropin. Beberapa gejala yang terjadi pada penderita penyakit gigantisme dapat beraneka ragam, dapa kita lihat dari seberapa besar ukuran tumor pada kelenjar pituitari yang terjadi pada mereka. Apabila ukurannya terus bertambah besar, tumor dapat menekan saraf-saraf yang terdapat di otak.[1] “dilansir dari laman Honestdocs” Adanya hormon yang terjadi pada pertumbuhan atau Growth hormone (GH) secara berlebihan dapat menjadi penyebab gigantisme terjadi. Hormon pertumbuhan di sekresi melalui kelenjar hipofisis yang kadarnya tidak selalu sama setiap hari. Perlu kita ketahui hormon pertumbuhan pada otak dapat dikendalikan oleh hipotalamus untuk mengirimkan senyawa neuropeptida ke kelenjar dan membentuk GHRH (Growth Hormone Releasing Hormone). Selain karena pengaruh hormon, munculnya penyakit gigantisme juga dapat disebabkan oleh tumbuhnya sel tumor pada kelenjar hipofisis. Pengaruh makanan yang tidak sehat seperti makanan kaleng dan makanan cepat saji dapat ternyata meningkatkan resiko pertumbuhan sel tumor. Penyebab gigantisme lainnya seperti adanya kelainan jaringan endokrin atau McCune-Albright Syndrome, Nuerofibromatosis, Multiple endocrine neoplasia tipe 1, maupun Carney Complex. Beberapa gejala penyakit gigantisme yang dapat terjadi pada anak-anak atau remaja dengan kondisi tersebut, antara lain:

  • Ruas jari tangan yang tebal dan besar
  • Sering berkeringat
  • Pembesaran pada tangan dan kaki
  • Tinggi badan melebihi usia teman sebaya dan orang normal pada umumnya
  • Perubahan suara
  • Nyeri sendi
  • Pembesaran dagu dan dahi
  • Wajah terlihat selalu berminyak
  • Keterlambatan masa pubertas
READ  ANAK BALITA MUDAH SAKIT KARENA DAYA TAHAN TUBUH MENURUN? JANGAN ABAIKAN KEBUTUHAN GIZI!

Gejala Gigantisme di atas dapat menimbulkan beberapa kondisi yang lebih serius dan biasanya dapat diketahui setelah dilakukan beberapa pemeriksaan. Kondisi tersebut di antaranya peningkatan glukosa darah (diabetes), tekanan darah tinggi (hipertensi), dan kelainan jantung (ukuran jantung besar). “dilansir dari laman Hellosehat” Gigantisme adalah salah satu jenis penyakit langka yang dapat terjadi pada siapa saja, terlepas dari kelompok usia dan golongan ras. Perlu kita ketahui juga bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti kita dapat dipastikan akan menderita kondisi ini. Dalam beberapa kasus, tidak menutup kemungkinan bahwa penyakit tersebut dapat kita derita tanpa adanya satu pun faktor risiko pada diri Anda. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita penyakit ini. Berikut beberapa faktor resiko dari penyakit gigantisme itu sendiri seperti:

  • Menderita penyakit genetik langka
READ  Terapi Okupasi Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Anggota keluarga yang memiliki kelainan kesehatan tertentu, termasuk menderita penyakit sindrom Sotos, sindrom Beckwith-Wiedemann, dan sindrom Weaver dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini.

  • Usia

Kelainan pertumbuhan ini lebih banyak terjadi pada anak-anak, walaupun tidak menutup kemungkinan kondisi ini dapat dialami oleh orang dewasa.

Ketika kita sudah mengetahu penyebab gigantisme sehingga dapat terjadi. cara mengatasi penyakit tersebut dengan mengendalikan kadar hormon, dengan cara membuat kadar hormon mendekati kadar normal:

  • Pengobatan

Dokter dapat memberikan beberapa obat untuk mengendalikan kadar hormon pertumbuhan. Obat-obatan ini dapat menstimulasi hormon lainnya pada tubuh dan mengurangi produksi hormon pertumbuhan.

  • Terapi radiasi

Prosedur ini dapat mengurangi ukuran tumor secara bertahap dengan menggunakan radiasi cahaya tanpa merusak jaringan lainnya.

  • Operasi
READ  Apa yang dimaksud dari penyakit gigantisme. Simak berikut ini

Operasi dilakukan untuk mengangkat tumor pada kelenjar pituitari. Prosedur ini menyebabkan tumor mengecil dan penurunan produksi hormon, meski kondisi ini tidaklah serius.

 

 

Sumber referensi :

Sehatq.com

Hellosehat.com