Apa yang dimaksud dari penyakit gigantisme. Simak berikut ini

“dilansir dari laman Alodokter” Gigantisme adalah berlebihnya produksi hormon pertumbuhan pada anak-anak yang memberi dampak kepada ukuran tinggi dan berat badannya. Penyakit gigantisme berbeda dengan kondisi akromegali pada orang dewasa, yang terjadi ketika lempeng epifisis sudah menutup. Namun, baik gigantisme maupun akromegali sama-sama disebabkan oleh berlebihnya produksi hormon pertumbuhan yang dihasilkan kelenjar pituitari atau hipofisis di otak. Kondisi tersebut tergolong langka dan dapat terjadi sebelum lempeng epifisis atau lempeng pertumbuhan di dalam tulang menutup. Selama masa pertumbuhan, anak-anak yang terkena gigantisme dapat memiliki ukuran tinggi dan berat badan di atas rata-rata. Meski demikian, gigantisme tidak mudah dikenali gejalanya dan awalnya dianggap sebagai fase pertumbuhan anak yang wajar. Pada akromegali, penderita biasanya baru didiagnosis setelah menderita gejala yang berat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan telatnya pengobatan sehingga dapat mengakibatkan komplikasi dan membahayakan nyawa. Beberapa penyebab penyakit gigantisme yang paling sering ditemui adalah tumor pada kelenjar hipofisis atau pituitari yang terletak di bagian bawah otak. Kelenjar tersebut berperan pada perkembangan seksual, pengendalian suhu tubuh, produksi urine, serta metabolisme yang terjadi pada  pertumbuhanTumbuhnya tumor pada kelenjar hipofisis dapat menyebabkan kelenjar ini memproduksi hormon pertumbuhan secara berlebihan. Selain hal tersebut, penyebab gigantisme lainnya yang dapat kamu ketahui antara lain adalah:

  • Multiple endocrine neoplasiatype 1 yang juga dikenal sebagai MEN 1, yaitu tumbuhnya tumor pada kelenjar hipofisis, kelenjar paratiroid, dan pankreas. Penyakit ini merupakan kelainan yang diturunkan.
  • Neurofibromatosis, yaitu tumbuhnya tumor pada sistem saraf dan merupakan kelainan turunan.
  • Carney complex, yaitu tumbuhnya tumor jinak pada jaringan ikat, tumor jinak atau ganas pada kelenjar endokrin, serta munculnya bintik-bintik yang lebih gelap pada kulit. Kondisi ini merupakan penyakit yang diturunkan.
  • Sindrom McCune-Albright yang ditandai dengan pertumbuhan tidak wajar pada jaringan tulang, kelainan pada kelenjar, dan munculnya bercak cokelat muda pada kulit.
READ  Berikut beberapa hal yang  menjadi penyebab munculnya gigantisme itu sendiri.

Penyakit gigantisme merupakan suatu kelainan yang dilatarbelakangi oleh beberapa faktor risiko tertentu. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kondisi ini, kita dapat lakukan konsultasi pada dokter tentang penyakit tersebut. Penyakit tersebut dapat dikatakan langka. Pada umumnya, penyakit ini lebih sering ditemukan pada anak-anak. Terdapat pula kondisi pertumbuhan hormon berlebih yang terjadi pada sejumlah orang dewasa, namun kondisi ini disebut dengan akromegali. “dilansir dari laman Hellosehat” beberapa tanda dan gejala utama yang dapat berhubungan dengan gigantisme merupakan suatu ukuran tubuh yang lebih besar dan tinggi jika dibandingkan dengan orang-orang normal. Selain itu, terjadi pula kondisi pembesaran pada otot dan organ-organ tubuh tertentu. Berikut beberpa gejala lainnya yang dapat terjadi, seperti:

  • Tangan terasa lembut seperti adonan roti
  • Dahi dan rahang lebih lebar
  • Adanya carpal tunnel syndrome (CTS)
  • Mengalami nyeri sendi
  • Sakit kepala
  • Barisan gigi bagian bawah menonjol ke depan
  • Lidah, hidung, dan bibir membesar
  • Pria memiliki suara yang bertambah berat
  • Perubahan pada kulit
  • Pubertas datang terlambat
  • Pembesaran yang tidak wajar pada kaki dan tangan
  • Jari tangan dan kaki melebar dan membesar
  • Kulit lebih kering
  • Kulit berkeringan lebih banyak
READ  Ketahu ciri-ciri yang terdapat peda penyakit gigantisme itu sendiri

Tanda-tanda dan gejala yang lebih serius juga ternyata dapat timbul pada penderita penyakit tersebut. Beberapa di antaranya adalah:

  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes melitus
  • Penyakit jantung, seperti gagal jantung akibat adanya pembesaran

Selain itu, tubuh penderita penyakit gigantisme dapat berisiko mengembangkan tumor di bagian tubuh lainnya, seperti kanker tiroid, yang terkadang ditemukan pada sebagian besar penderita penyakit ini.

 

 

Sumber: Hellosehat.com