ANAK BALITA MUDAH SAKIT KARENA DAYA TAHAN TUBUH MENURUN? JANGAN ABAIKAN KEBUTUHAN GIZI!

 

Orang tua mana yang tidak akan risau ketika balita mudah demam, flu, atau batuk? Balita masih dalam masa pertumbuhan awal dengan sistem imun yang ada dalam tubuh belum sempurna dan cukup kuat untuk melindungi tubuh  layaknya orang tua. Sehingga balita rentan terserang berbagai kuman, bakteri, atau virus yang menjadi bibit penyakit. Daya tahan tubuh berperan penting dalam menangkal kuman, bakteri atau virus yang dapat mengancam kesehatan. Jika sistem kekebalan tubuh atau daya tahan tubuh balita menurun, dapat menyebabkan balita mudah terserang bakteri dan jatuh sakit. Terlebih lagi pada tahap balita, anak mulai aktif mengenal lingkungan sekitar dan mulai aktif menggerakan seluruh organ tubuh. Seringkali anak juga mulai sering bermain di luar ruangan, dan belum dapat membedakan antara bersih dan kotor, sehingga ancaman kuman, bakteri, atau virus tidak dapat dihindari. Untuk menjaga balita dari kuman, bakteri, atau virus agar tidak jatuh sakit, orang tua harus memerhatikan kebersihan di lingkungan sekitar dan kebutuhan gizi anak balita.

Menu gizi seimbang merupakan kebutuhan penting yang berperan sebagai penunjang kesehatan tubuh. Tidaklah cukup apabila hanya untuk memenuhi rasa lapar tanpa memerhatikan kebutuhan gizi yang baik untuk daya tahan tubuh balita. Ketika menyiapkan makanan untuk balita, sangat perlu diperhatikan agar kebutuhan gizi anak balita terpenuhi dengan baik. Anak pada usia balita 1-3 tahun sudah dapat makan makanan yang tidak lagi harus dilunakkan. Sehingga lebih mudah untuk memersiapkan makanan tanpa repot melunakkan. Namun, bukan berarti balita dapat makan sembarangan ya! Untuk memenuhi kebutuhan daya tahan tubuh balita, idealnya harus terdiri dari aneka jenis nutrisi seperti karbohidrat, mineral, vitamin, protein, lemak, dan serat.

READ  Sebelum semuanya memburuk, lakukan beberapa hal yang dapat mencegah penyakit gigantisme itu sendiri.

Dalam pemenuhan kebutuhan gizi balita, dulu berpedoman dengan prinsip makan empat sehat lima sempurna. Namun saat ini tidak berlaku lagi, karena perkembangan lingkungan dan situasi saat ini yang berbeda dan menuntut pemenuhan gizi secara lebih telah mengacu pada Pedoman Gizi Seimbang. Dilansir dari doktersehat, konferesi pangan sedunia pada tahun 1992 menghasilkan kesepakatan tentang pedoman gizi seimbang. Perhatikan konsep menu gizi seimbang sesuai Pedoman Gizi Seimbang berikut ini:

  1. Tumpeng Gizi Seimbang (TGS)

Dalam konsep ini, diatur mengenai makan sehat dan pola hidup sehat, yang terdiri dari:

  1. Menu makanan pokok, untuk balita dapat memberikan kentang, roti, umbi-umbian dan nasi dengan anjuran 3-4 porsi dalam sehari. Usahakan ada variasi menu makanan.
  2. Menu buah dan sayur, dalam sehari memerlukan 3-4 porsi sayur, dan 2-3 porsi buah. Dapat menambahkan buah dan sayur untuk balita, seperti semangka, alpukat, wortel, bayam.
  3. Menu protein, untuk memenuhi kebutuhan gizi diperlukan protein 2-4 porsi sehari. Proten dapat diperoleh dari lauk-pauk nabati dan hewani seperti tempe, tahu, telur, daging ayam, ikan, dan susu.
  4. Garam gula minyak
READ  Ketahu ciri-ciri yang terdapat peda penyakit gigantisme itu sendiri

Pada usia balita usahakan tidak terlalu mengonumsi menu makanan yang tinggi gula, minyak, dan garam karena dapat memengaruhi perkembangan tubuh. Porsi yang disarankan yakni maksimal 4 sdm gula, 1 sdt garam, dan 5 sdm minyak dalam sehari.

  1. Air putih, biasakan sejak dini balita untuk minum air putih agar kebutuhan air dalam tubuh terpenuhi.
  2. Piring Makanku

Pada konsep piring makanku (dalam satu kali makan), prosi yang diperlukan dalam sehari yaitu 2-3 kali makan. Menu gizi seimbang dalam piring makanku yang dapat diberikan untuk balita yakni:

  1. Karbohidrat, untuk memenuhi karbohidrat untuk balita dapat memberikan nasi atau roti tawar dengan takaran 5-6 sdm nasi atau 1 lembar roti tawar dalam satu kali makan.
  2. Protein, kebutuhan protein dapat mengonsumsi daging ayam, daging sapi, atau ikan yang dihaluskan sebanyak 2-5 sdm sertiap porsinya.
  3. Sayur dan buah , kebutuhan sayur dan buah untuk balita dapat diberikan brokoli, wortel, pisang, semangka dan lainnya dengan takaran brokoli 2-3 sdm, dan pisang 1 buah dalam 1 porsi.
  4. Susu dan yogurt, pemberian susu dan yogurt untuk balita yang sudah lepas dari ASI dapat diberikan 2-3 susu sapi, susu kedelai, dan setengah gelas yogurt.
  5. Camilan, jangan lupa untuk memberikan camilan kepada balita sebanyak 2-4 keping biskuit sehari.
READ  Terapi Okupasi Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Itulah konsep menu gizi seimbang berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang (PDS) pengganti empat sehat lima sempurna. Yuk, selalu perhatikan asupan kebutuhan gizi anak balita agar tercukupi  untuk menjaga daya tahan tubuhnya!

 

Sumber gambar: hellosehat.com