Stimulasi yang Mencerdaskan

Tumbuh Kembang,Tumbuh Kembang Anak, Tumbuh Kembang Bayi, Tumbuh Kembang Balita

Jumlah percabangan saraf (sinaps) di otak bayi akan bertambah atau berkurang tergantung apakah otak diberi stimulasi atau tidak. Untuk merangsang perkembangan anak, orangtua bisa melakukannya melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan, mulai dari bermain "ciluk-ba", hingga mengajak anak melakukan kegiatan luar ruang.
Menurut dr. Koesnadi Rusmil, Sp.A (K) ahli tumbuh kembang anak dari RS Hasan Sadikin Bandung, usia 0-5 tahun merupakan periode emas untuk tumbuh kembang anak. "Pada periode ini anak bisa dirangsang untuk mencapai kecerdasan yang lebih tinggi," paparnya dalam acara media edukasi yang diadakan oleh Frisian Flag di Jakarta beberapa waktu silam. Lebih lanjut, ia menguraikan kegiatan apa saja yang bisa dilakukan orangtua untuk menstimulasi perkembangan otak anak.
Usia 0-3 bulan
Stimulasi dilakukan dengan mengupayakan rasa aman, nyaman, dan menyenangkan.  Antara lain dengan memeluk, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, dan berbicara. Anda juga bisa merangsang indera penglihatan dan pendengaran dengan cara membunyikan mainan berbunyi atau berwarna mencolok.
Usia 3-6 bulan
Di usia ini stimulasi ditambah dengan bermain "cilukba". Bayi dirangsang untuk tengkurap, telentang, bolak- balik, serta duduk.
Usia 6-9 bulan
Ajak anak bersalaman, memanggil namanya, dibacakan dongeng, serta dirangsang untuk berdiri.
Usia 9-12 bulan
Rangsang kreativitasnya dengan cara mengajak ia bermain balok atau memasukkan mainan ke wadah. Ajar anak menyebut mama-papa, ibu-ayah, atau kakak.
Usia 12-18 bulan
Biarkan anak berlatih mencorat-coret dengan pensil warna, bermain boneka, belajar berjalan, menendang bola, serta menggunakan alat makan.
Usia 18-24 bulan
Anak distimulasi dengan menanyakan, menyebutkan, dan menunjukkan bagian tubuh, mengenal nama binatang dan benda-benda di sekitar rumah. Rangsang kecerdasan bicara anak dengan mengajaknya bicara tentang kegiatan sehari-hari atau kegiatan mendongeng.
Usia 2-3 tahun
Ajari anak mengenal konsep ukuran besar dan kecil, di dalam dan luar, mengenal warna, menyebutkan nama teman-temannya. Anak juga sudah bisa diajari menggunakan toilet (toilet training).
Usia 3-4 tahun
Setelah usia tiga tahun, kegiatan stimulasi diarahkan untuk mempersiapkan anak memasuki dunia sekolah. Misalnya mengajari anak memegang pensil atau mewarnai gambar. Orangtua juga bisa menjadikan kegiatan makan bersama sebagai sarana untuk mengenalkan balita pada variasi makanan dan membiasakan keterampilan makan yang baik.

[Kompas.com]

About these ads

About draguscn

doctor | blogger | social media junker | father of three cute children | coffee addict

4 thoughts on “Stimulasi yang Mencerdaskan

  1. Dok,, mau tanya, anak saya 22bln, belum juga bisa ngomong padahal dari dulu saya selalu berusaha untuk mengajari bicara, waktu usia 15bulan pernah bisa ngomong mamam, tapi sekarang sepeti sudah lupa lagi,, saya harus bagaimana ya agar anak saya bisa ngomong?

    • Seberapa sering ibu mengajak bicara, bagaimana metodenya, apa dengan mengajari bicara atau mengajak bicara? Lebih bermanfaat mengajak bicara, ibu bercerita saja, tidak peduli dia menanggapi atau tidak. Yang penting dia merasa diajak bicara, Kesehariannya perlu juga dilihat bersama dengan siapa saja dan diajak bicara atau tidak, Bila stimulasi diatas sudah diberikan coba juga ini :
      Stimulasi 15-18. Lihat bagian Bicara dan Bahasa dan dilanjutkan dengan Stimulasi 18-24 juga bagian Bicara dan Bahasa. Cobakan tanpa terlalu membebani anak. Cukup 2-3 jam sehari. Kalau 2 minggu belum ada perkembangan kita bisa mulai memikirkan untuk tes selanjutnya di RS.

  2. Dok,mohon bantuan dan bimbingannya,sya punya kakak kandung kebetulan anaknya yang sekarang usianya sudah 2 tahun dan sampai sekarang belum juga bisa bicara,kakak saya udah berusaha konsultasi medis dan yg lain,mungkin dok punya solusi untuk kasus kakak ini,dan mungkin dokter yang (SpA) yg lebih mendalamin khusus ahli “Tumbuh Kembang” bisa membantu kasus sperti ini.terima kasih sebelumnya dok.

    • Pak Ahmad bisa melihat tulisan di sini dan beberapa komentar dari orangtua yang juga punya permasalahan serupa. Untuk mendapatkan pelayanan tumbuh kembang dari dokter anak, mungkin bisa merujuk ke RS yang menyediakan pelayanan Klinik Tumbuh Kembang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s