Masalah empeng dan pisang pada bayi 4 bulan

Santy menanyakan

Salam kenal dok…
Anak saya si Erza sekarang umurnya sudah 4 bulan, BB 7,5kg, panjang 66cm. Sudah 2 bulan ini Erza full susu formula(nutrilon royal plus) karena asi saya sedikit sekali keluarnya shg bikin Erza gak mau lagi nenen karena nggak sabar, kalopun saya pompa pakai alat pompa asi hasilnya jg dikit bgt.
Pertanyaan saya :
1) Apakah dgn kondisi & umur Erza sekarang boleh dikasih buah seperti pisang & pepaya buat makanan tambahan?
2) Apakah pemberian empeng bagus buat Erza mengingat hobi barunya yang suka ngemut jari2 tanganya ato benda2 yang bisa dia raih dengan tanganya?
Terimakasih sebelumnya

Salam kenal mba Santy…
status gizi Erza sekarang baik dan bahkan kalau melihat berat badan dibandingkan umur masuk dalam gizi lebih .. memang agak montok berarti yaa ..
Sebenarnya tuntunan teori sekarang yang paling banyak dianut adalah sampai dengan usia 6 bulan anak tidak memerlukan apa-apa selain ASI. Tapi ini tentu kondisional sekali. Apa mba santy bekerja di luar rumah?
Tentang makanan padat pertama
Saya belum tahu sebanyak apa frekwensi dan lama ibu menyusui Erza, jadi kecukupan bisa jadi sebenarnya sudah tercapai. Ini adalah bulan pertama pengenalan makanan padat. Kalau memang ingin dicoba prinsip yang dianut adalah jumlah makanan yang bisa masuk kepada bayi tidaklah terlalu penting. Asalkan ASI mencukupi, atau pada Erza bisa disubstitusi dengan susu formula.
Jadi apakah pisang, atau bubur susu, pada saat ini bukanlah soal jumlah akan tetapi menambah pengalaman saja — tentang teknik makan, tentang perbedaan rasa dan bentuk, tentang makan bersama orang tua. Khusus untuk pisang, biasanya di supermarket tertentu ada yang menjual pisang jenis cavendish.
Itu juga kerokan lembutnya yang diperkenankan.
Tentang empeng
Saya termasuk yang tidak suka memberikan empeng pada bayi, tapi kami tetap punya persediaan untuk bayi kami pada usia sebelum 4 bulan biasanya. Kebanyakan pengalaman menceritakan bahwa di usia 2-3 bulan itu saat dimana pemberian empeng berguna untuk menidurkan bayi yang sudah cukup minum.
Pada usia 4 bulan ke atas bayi sudah mulai bisa mengendalikan mulutnya dan tentu saja bisa mengeluarkan empeng dari mulut. Bila empeng bolak-balik jatuh ini juga memungkinkan masuknya kuman penyakit.
Menggigit/ngemut jari mungkin sangat membantu kekurangan Erza akan kepuasan menghisap. Asal kita tahu bahwa dia menghisap jari yang tidak kotor, saya sih biasanya membolehkan. Apalagi ada bayi 4 bulan sudah mulai gatal gusinya karena akan tumbuh gigi. Untuk mainan yang digigitnya, tawarkan mainan lain yang bersih kepadanya (di pasaran sekarang banyak sekali jenis teether/gigit-gigit).

Semoga bisa menjawab pertanyaannya.  Salam.

About these ads

About draguscn

doctor | blogger | social media junker | father of three cute children | coffee addict

4 thoughts on “Masalah empeng dan pisang pada bayi 4 bulan

  1. sebaiknya untuk pisang pilihlah pisang Hijau karena pisang ini seratnya lebih lembut jadi cocok untuk bayi yang baru mengenal makanan padat,pemberiannya pun jangan terlalu banyak cukup 2 sendok kecil.

  2. Assalamualaikum, salam kenal dok,
    senangnya ktmu blog ini, krn saya punya masalah dgn tumbuh kembang anak saya.
    Anak saya Alief (67 bln) lahir di usia kandungan 36 minggu scr cesar krn ketuban pecah dini, beratnya 1700gr, tinggi 41cm. Setelah melahirkan saya tidak bs memberi ASI krn hrs rawat inap d RSCM, krn prolonge pever sejak kehamilan 2 bln sampai saat melahirkan. Saat melahirkan berat saya turun 9 kg dr sebelum hamil.Setelah 20 hari saya diperbolehkan pulang, tp alief sudah tidak mau netek, dan ASI saya jg tidak keluar lg.Sampai usia 7 bln perkembangannya masih bagus (dilihat dr KMS, biar dibawah tp grafiknya sll naik), krn minum susunya masih cukup byk (terutama saya kasih waktu/sambil dia tidur), tp tidak mau makan. Dokternya lalu menyarankan dirontgen. Menurut dr radiologinya hsl rontgennya adlh pnemoni akut tp dibantah sama dokter anak, katanya bkn, udh jelas ini flek, makanya Alief diresepin obat TB selama 8 bln, lalu dirontgen lagi, katanya sdh normal tp untuk mencegah kena lagi dilanjutkan minum obat tp berupa sirup klo ga salah 2 bln lg. Tp stlh itu tetap nafsu makannya tidak membaik. masalahnya tambah berat krn Alief jg spt trauma BAB sehingga ditahan2 bahkan bisa sampai 1 minggu. Saya takut jg memakaikan obat pencahar (mikrolac) sering2. Selama itu saya jd suka gonta-ganti susunya, pikir saya mungkin BABnya keras krn susunya ga cocok, tp ga berhasil, tetap saja Alief takut BAB. Sampai usia 2 tahun masih belum mau makan daging, ikan atau ayam, paling saya bikin kaldu aja. Kalau makanpun ga bisa banyak, lebih dikit aja langsung muntah. Jadinya saya ga bisa mutusin dotnya, krn asupan gizinya yg byk dengan minum susu, terutama saat tidur itu (mungkin krn sdh terpola dr bayi ya dok, jd klo Alief merasa lapar dia tidak minta makan, jg tidak minta susu, tp seringnya langsung tidur). Beberapa kali saya hentikan memberi susu pada malam hari dgn harapan Alief merasa lapar n minta makan tp sia2, yg ada cuma lemas aja anaknya. O ya, umur 2,5 th Alief terjatuh dan gigi serinya patah, mgkn jg ini jd faktor dia malas makan. Sampai skrg beratnya baru 12,5 kg, jauh tertinggal dr teman2 seusianya. Sekarang kami pindah ke Padang (saya n Alief saja, Ayahnya tidak bisa krn kerja), krn disini ada sekolah yg ada jadwal makan siang n menunya disiapkan sklh (sama semua menunya, jd Alief ga milih2 n mau makan krn bersama teman2), jadi masalah makan agak terbantu, jg BABnya sdh mulai rutin, paling telat tiap 2 hari, tp kok berat badannya masih begitu2 aja ya dok?
    Satu lagi masalah yg dihadapi Alief, testisnya tidak turun satu (undesensus testis, benar istilahnya dok?), kata dokter hrs dioperasi secepatnya, tp saya tidak bisa meyakinkan suami n ibu saya, jg keluarga lainnya, mereka tidak mau Alief dioperasi, kasihan sudah kecil bgt hrs dioperasi lg.Coba alternatif lain dulu, diurut misalnya, kt mereka. Saya jg sdh pernah buat janji dgn klinik tumbuh kembang di Depok, tp tidak didukung suami, menurutnya wajar aja pertumbuhan Alief begitu, turunan dr dia yg kecilnya jg susah makan, katanya. Saya sedih sekali dok, tidak bs berbuat apa2, padahal tiap hari melihat Alief makin ketinggalan sm teman2nya, khawatir ada penyakit lain yg membuatnya ga gede2.(Untungnya dr segi kemampuan intelektual/motoriknya tidak masalah, hy krn kidal agak susah menulisnya, jg kemandirian agak kurang). Mau nekad membawa Alief ke dokter/terapi jg ga berani, paling saya cari tahu lwt internet spt skrg ini saja yg dapat sy lakukan.
    Maaf dok, jd curhat berpanjang2 di sini. kira2 apa ya dok yg bisa membuat pertumbuhan (tinggi n berat badan) terganggu? Apakah bisa membuat Alief berhenti tumbuh? Sejauh ini hy tingginya aja yg nambah (tp tdk setinggi anak seusianya),ukuran lingkar lengan n kakinya masih seperti umur setahun/dua tahun ( baju bayinya aja msh muat, cuma ngatung aja)

  3. o ya dok,
    adakah pengaruh riwayat kehamilan saya, stlh di rawat di RSCM baru ketahuan klo saya menderita pengentalan darah (hiper koagulan), yg menyebabkan tumbuh kembang Alief terganggu? Benarkah ada dlm beberapa kasus, tubuh kita tidak bs atau gagal menghasilkan enzim/hormon2 tertentu yg diperlukan untuk pertumbuhan, shg perlu intervensi? klo saya mau konsultasi, kemana sebaiknya dok?
    Satu lagi, adakah pengobatan (obat2an),selain operasi, untuk mengobati undensensus testis? khususnya diusia Alief skrg ini. Klo di operasi, kira2 butuh waktu brp lama untuk penyembuhannya? Termasuk operasi ringan/berat? Benarkah setelah dioperasi hrs ada observasi terus untuk memantau fungsi testisnya?
    Tolong dijawab ya dok. Banyak terima kasih sebelumnya.
    Wassalamualaikum WW.

  4. salam kenal dok,
    trimakasih sebelumnya,saya ingin konsultasi mengenai bayi saya, yang saat ini berumur 5 bulan, bb 6,7kg dan panjang 63 cm, begini dok, saya punya kebiasaaan memberi susu formula pada bayi saya pada saat dia tidur, di karenakan saya melihat bayi saya agak jarang bangun kalo dimalam hari sementara saya khawatir kalo bayi saya nanti nya kelaparan atau asupan gizinya kurang, yang ingin saya tanyakan :
    1. apakah berbahaya tindakan yang saya lakukan ini?
    2. apakah ini akan memacu infeksi pada telinga si bayi?
    3. bagaimana caranya kita bisa mengetahui bahwa si bayi sudah kenyang meskipun pada saat tidur jarang
    terbangun?

    terimakasih ya dok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s